Warna sejak lama diketahui bisa memberikan pengaruh terhadap psikologi, emosi serta cara bertindak manusia. Warna juga menjadi bentuk komunikasi non verbal yang bisa mengungkapkan pesan secara instan dan lebih bermakna yang sering digunakan para marketer atau komunikasi visual yang handal untuk tujuan branding, sales/penjualan serta marketing perusahaan. Misalnya warna merah berarti gagah atau putih yang dikaitkan dengan kesucian pada pembuatan logo perusahaan.



1. KONSEP DESAIN
Tentukan terlebih dahulu konsep dalam perancangan karya desain Anda, sehingga dengan begitu dapat mulai dianalisa apakah membutuhkan warna lembut, kontras, redup, colourfull, monokrom atau variasi warna yang lain. Dalam sebuah perancangan grafis tentu setiap ide akan mengarah pada bentuk visual yang mewakilinya. Maka terjemahkan dengan baik konsep yang mau diangkat sehingga aakn melahirkan keputsan tepat dalam memilih warna. Karya desain untuk produk perawatan kulit bayi akan memilih nuansa warna-warna lembut, untuk menggambarkan kulit bayi yang lembut.
2. AUDIENS
Setiap audiens akan memiliki karakter yang khusus. Hal ini dikarenakan setiap latar belakang lingkungan audiens akan mempengaruhi selera akan suatu citra visual. Oleh karena itu memperhatikan siapa audiens yang akan menikmati karya grafis adalah salah satu hal mutlak yang harus di ketahui. Audiens anak muda, bayi, dewasa akan memiliki pengaruh warna yang berbeda.  Orang dengan hobi musik keras dengan musik pop juga akan memiliki selera warna yang berbeda. Warna pastel digunakan untuk produk yang berhubungan dengan karakter audiens yang tidak suka aktivitas keras, sedangkan warna-warna gelap dan kuat sangat tepat digunakan untuk produk yang berhubungan dengan karakter audiens yang keras dan kuat.
3. KONTRAS
Setiap warna memiliki kekuatan. Bahkan warna putihpun juga memiliki kekuatan apabila digunakan dengan warna gelap. Oleh karena itu pilihlah kontras warna yang tepat supaya sebuah karya desain memiliki daya tarik visual yang baik. Tanpa kontras yang baik maka audiens akan kesulitasn untuk membedakan mana fokus utama dan mana yang harus dikesampingkan. Seringkali kontras digunakan untuk memberikan level informasi sehingga tidak semua informasi salaing menonjol. Level informasi tertinggi diberikan porsi yang paling kuat, dan yang tidak utama diberi kontras yang agak lemah.
4. SELEKSI WARNA
Membuat Desain yang menarik tidak serta merta harus menggunakan seluruh warna yang ada di colorchart. Seleksi warna-warna yang tepat yang akan digunakan. apabila perlu, pilihlah 1-2 warna utama untuk digunakan sebagai warna yang dominan. Apabila akan menggunakan banyak warna supaya kelihatan colourfull, kembali lagi harus dipertimbangkan pada konsep/ ide dari sebuah karya. Jangan sampai karena ingin berksperimen malah membuat karya grafis menjadi “wajah ondel-ondel” yang penuh dengan kosmetik belepotan.
5. IRAMA
Penggunaan warna akan lebih elegan jika mampu membangun irama yang baik disandingkan dengan ilustrasi, tulisan dan tata letak. memilih warna tidak hanya sekedar menjadi bagian terpisah dan mandiri dari sebuah karya grafis, melainkan juga merupakan kesatuan irama dari pemilihan huruf, ilustrasi, dan tata letak. Dengan memperhatikan berbagai elemen desain tersebut, maka kesinergian prinsip-prinsip desain akan mengoptimalkan karya desain itu sendiri.

 
Hallo para sahabat yang kami hormati, kali ini kami akan membagi info tentang jenis kertas yang biasanya di gunakan dalam dunia percetakan sehinggan anda tidak bingung lagi untuk memilih jenis kertas..
  Pada dunia Percetakan jenis dan type kertas sangatlah banyak dan hampir dari setiap jenisnnya sangat sulit untuk dibedakan, apalagi bagi  mereka (Klien) yang mintanya terima sudah serba beres.
pada artikel ini kita akan membedakan sebagian jenis dari istilah kertas dalam dunia percetakan (Printing) yang sering digunakan.
  1. Uncoated Paper, Kertas yang termasuk uncoated diantaranya : Kertas HVS, HVO, Kertas koran, dll.
    Uncoated mempunyai sifat dengan daya penyerapan yang besar, akan terlihat pada permukaan yang sedikit kasar, mudah terkelupas atau terjadi picking (tercabut), PH rendah sehingga lambat kering, dan karena permukaannya bergelombang (tidak rata) maka hasil cetak tidak menimbulkan gloss.
  2. Coated paper, Jenis kertas yang termasuk coated antara lain : Art paper, coated paper,mat coated, cast coated, art karton, coated karton. Sifat-sifat dari Coated Paper ini berbanding terbalik dengan Uncoated paper. Penggunaan bahan Coated paper ini biasa dipakai pada cekan untuk jenis Brosur, Flyer dsb. Jenis bahan ini paling sering di kombinasikan dengan finishing cetak “Ultra Vernish (UV) / Super Glossy”.
  3. Non Absorption Paper, yang termasuk non absorbtion antara lain :
    Vynil stiker, Yupo, Typex, Gold Foil, Alumunium Foil, art synthetic paper, dll.
    Karena jenis ini tidak mempunyai daya serap, maka pengeringan terjadi secara oksidasi penuh. Biasanya timbul masalah set off atau lambat kering. Sehingga perlu penanganan khusus seperti :
    – tidak menumpuk hasil cetakan terlalu tinggi
    – PH air pembasahtidak terlalu asam (karena akan menghambat oksidasi)
    – memakai air pembasah seminim mungkin
    Hati-hati karena tinta mempunyai pengeringan lebih cepat dari pada tinta biasa, tidak sampai lapisan tinta mengering
Jenis kertas yang dipasarkan umumnya terbagi menjadi 3 (tiga) bagian utama, yaitu :
1. Kertas berdasarkan jenis serat, kertas jenis ini terbagi menjadi 2 (dua) yaitu :
a. kertas mengandung kayu, dengan ciri-ciri :
– terdiri dari serat mekanis
– tidak tahan disimpan lama
– mudah berubah warna jika terkena matahari
contoh : koran, HHI
b. kertas bebas kayu, dengan ciri-ciri :
– terdiri dari serat kimia
– tahan disimpan lama
contoh : HVS, HVO
2. Kertas berdasarkan pekerjaan akhir (Finishing), yaitu :
a. kertas coated, dengan ciri-ciri :
– terdiri dari kertas dasae dan lapisan kapur dengan bahan perekat
– permukaannya halus dan mengkilap (gloss)
– daya serap terhadap minyak lemah
contoh : art paper, kunsdruk
b. kertas uncoated, dengan ciri-ciri :
– tidak diberi lapisan kapur
– permukaan kertas kasar tapi bisa juga dihaluskan
– daya serap terhadap minyak kuat
contoh : koran,HHI, HVS, HVO
3. kertas berdasarkan penggunaannya, yaitu :
a. Kertas cetak, seperti HVO, koran, art paper
b. Kertas tulis, seperti HVS, kertas gambar
c. Kertas bungkus, seperti cassing, kertas sampul, kertas Samson
d. Kertas khusus, seperti kertas uang, kertas sigaret, kertas tisue.
Nah gimana sahabat, apa sekarang sudah tidak bingung untuk membedakan jenis kertas, semoga info di atas bisa membantu sahabat untuk membedakan jenis kertas .